Apa itu Program Gizi Untuk Prestasi?

Latar Belakang

Solusi untuk masalah gizi di Indonesia telah mengadopsi pendekatan “1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”. Masalah stunting pada balita yang masih tinggi berdasarkan survei nasional tahun 2013, menunjukkan bahwa pendekatan yang berfokus pada intervensi gizi dari masa dalam kandungan sampai anak mencapai usia 2 tahun membutuhkan pendekatan pelengkap lebih lanjut. Perhatian global kemudian bergeser untuk mengatasi masalah gizi melalui gizi remaja, karena remaja putri saat ini adalah calon ibu di masa depan. Konsep ini selanjutnya diterjemahkan ke dalam banyak proyek gizi berbasis sekolah untuk juga merespons fakta bahwa anak-anak sekolah di tingkat dasar dan menengah merupakan bagian dari kelompok sasaran yang rentan terhadap masalah gizi seperti stunting, kekurangan berat badan, anemia, juga kelebihan berat badan dan obesitas. Sekolah dianggap sebagai media yang efektif untuk mengembangkan pendidikan karakter yang berorientasi pada praktik gizi yang baik. Hal ini relevan karena banyak penelitian menemukan bahwa siswa Indonesia cenderung tidak sarapan pagi, tidak membawa bekal dari rumah, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta tingginya konsumsi minuman manis dan makanan olahan.

Program gizi berbasis sekolah diharapkan membantu penyelesaian masalah gizi di masyarakat, karena banyak penelitian menunjukkan bahwa perbaikan gizi melalui program sekolah telah terbukti juga membawa dampak perubahan di tingkat komunitas karena siswa juga berperan menjadi agen perubahan di rumah dan di lingkungan masyarakat.

Sejarah

Sejak masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo tahun 2014, dalam rangka meningkatkan efektivitas capaian kinerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang sebelumnya menangani pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi mengalami reformasi organisasi. Pendidikan tinggi kemudian dikelola di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Sedangkan pendidikan dan kebudayaan usia dini, dasar dan menengah menjadi fokus yang dikelola oleh Kemendikbud. Reformasi struktural ini memberikan dampak positif bagi SEAMEO RECFON yang mulai saat itu menangani 2 fokus program sekaligus, yaitu Program Gizi untuk Prestasi dan Edukasi Gizi pada Usia Dini.

Menjawab mandat ini, salah satu unit di SEAMEO RECFON yaitu “Community Development Unit” dibentuk dan ditugasi menjadi unit yang mewadahi ide/inspirasi dan mengkoordinir kegiatan proyek-proyek gizi berbasis sekolah dan masyarakat. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan kegiatan pengembangan masyarakat (community development) sebagai “sebuah proses bersama masyarakat untuk mencari dan melaksanakan solusi terhadap masalah bersama”. Sejak tahun 2015 SEAMEO RECFON telah berinisiatif mendokumentasikan model-model terbaik dari berbagai proyek pengembangan masyarakat yang berbasis sekolah. Upaya dokumentasi ini telah menghasilkan beberapa inisiatif proyek dan penelitian terhadap anak sekolah baik di tingkat SD, SMP dan SMA sejak tahun 2016 yang secara keseluruhan diberi nama “Nutrition Goes to School (NGTS)” atau Gizi untuk Prestasi.

Komitmen kegiatan berbasis sekolah juga ditunjukkan dengan adanya kunjungan kerja serial pada bulan Agustus 2016 ke berbagai Direktorat Jenderal di Kemendikbud RI yang diinisiasi oleh Direktur SEAMEO Secretariat bersama-sama dengan para Direktur dari 6 SEAMEO Centre di Indonesia yaitu SEAMEO BIOTROP, SEAMEO SEAMOLEC, SEAMEO RECFON, SEAMEO QITEP in Language, SEAMEO QITEP in Mathematics, and SEAMEO QITEP in Science. Kunjungan ini juga menjadi arahan penting terkait peran Menteri Pendidikan Indonesia yang menjadi SEAMEO Council President periode 2017-2019. Kunjungan kerja ini menghasilkan sebuah usulan naskah kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan dan Pengembangan Guru dan Tenaga Pendidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Naskah ini menjadi dasar rujukan program NGTS-Gizi untuk Prestasi di SEAMEO RECFON.

Kerangka Kerja Program Gizi Untuk Prestasi