Kebun Sekolah di India
Studi oleh Kammar et al. (2017) terkait penerapan kebun sekolah juga dilakukan di India pada 1400 siswa SMP dan SMA dari 14 sekolah. Siswa dan guru diperkenalkan dengan konsep kebun sekolah hingga gizi seimbang dan pentingnya mikronutrien. Selanjutnya, setiap kelas diberikan bibit yang berbeda-beda dan diberi tanggung jawab terhadap tanaman
Kebun Sekolah di Sri Langka
Program gizi nasional di sekolah-sekolah Sri Lanka terdiri dari beberapa kegiatan, antara lain pemberian makan siang, susu, dan penggunaan makanan untuk edukasi. Dari 10.119 sekolah yang ada, 8.692 sekolah memiliki program gizi dan 5.650 sekolah memiliki kebun sekolah. Sedangkan, terdapat 4.600 sekolah yang memiliki program gizi dan kebun sekolah. Kesuksesan
Kebun Sekolah di Belgia
Pada bulan November 2014, empat sekolah di Ghent, Belgia berpartisipasi dalam sebuah studi terkait kebun sekolah. Studi tersebut melibatkan murid kelas 5 dan 6 dengan rentang usia antara 10-13 tahun. Ada sekolah yang sudah memanfaatkan kebun sekolah untuk penyampaian materi, namun ada pula yang melakukan kegiatan di waktu kosong, seperti
Kebun Sekolah di Australia
Sebuah studi di sebuah sekolah di Brisbane melibatkan siswa dari kelas 4-7 yang berusia antara 8 hingga 13 tahun. Semua kelas terlibat dalam kegiatan mingguan yang terpusat di area kebun sekolah. Mereka berbagi tanggung jawab untuk menanam, merawat, dan memanen kebun. Para guru pun memanfaatkan kebun sekolah untuk kegiatan belajar
Kebun Sekolah di Amerika Serikat
Morris & Zidenberg-Cherr (2002) melakukan penelitian tentang aplikasi kebun sekolah di tiga sekolah di California, Amerika dengan 213 siswa kelas 4. Selama studi, para siswa diberikan materi seputar bagian-bagian tanaman, gizi, piramida makanan, ukuran saji, label makanan, aktivitas fisik, penentuan tujuan, konsumerisme, dan penyiapan kudapan. Selain teori, materi praktek pun
Kebun Sekolah di Bangladesh
Di Bangladesh, pendidikan agrikultur dan ekonomi sudah masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional, namun masih kurang dalam praktek dan aplikasinya. Oleh karena itu, program School Nutrition Gardening (SNG) kemudian diimplementasikan sebagai wadah para siswa untuk mengaplikasikan teori yang sudah didapat. Program SNG dilakukan di 30 sekolah di 15 distrik. Materi