Ikuti Kami
Alamat
Jalan Raya Subah Satai , Desa Bukit Mulya Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas
Deskripsi Sekolah
Untuk mengisi bagian ini, Anda bisa menggunakan deskripsi yang ada pada profil sekolah (misalnya yang tersedia di Website Sekolah, DAPODIK, ataupun sumber daya lainnya).
Profil Sekolah
Akreditasi Sekolah
B
Kurikulum Sekolah
K 13
Jumlah Guru
8
Jumlah Siswa
138
Prestasi Sekolah
Juara 1
Lomba Sekolah Sehat Tingkat kecamatan Subah
Kegiatan Program Gizi untuk Prestasi
Sebelum pandemi, kantin sekolah dibentuk dengan bekerja sama dengan komite sekolah. Jadi dikelola oleh komite sekolah dengan ketentuan dan aturan teknis dari pihak sekolah, kantin juga mengikuti pembinaan tentang kantin sehat dari puskesmas satai sebagai wilayah kerjanya. Tetapi sejak pandemi, sampai sekarang kantin sekolah masih belum diijinkan untuk mulai dibuka.
SD N 07 Satai d mempunyai potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan kebun sekolah, sehingga setelah disosialisasikan, maka proses pengembangan kebun sekolah pun dilaksanakan dengan memfokuskan pada tanaman sayuran. Kebun dikelola oleh forum orang tua siswa setiap kelas dengan proses pembangunan awal seperti penyiapan lahan, pembuatan bedengan, semua dilakukan oleh orang tua siswa, sedangkan proses penanaman, perawatan, pemeliharaan semua dilakukan oleh siswa dengan pengawasan guru dan orang tua siswa.
Edukasi gizi selalu disampaikan di awal pembelajaran, setiap kelas oleh guru kelas masing – masing, dan pada waktu tertentu juga ada kegiatan sarapan pagi.
Kegiatan PHBS yang utama adalah kebiasaan mencuci tangan, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, untuk mendukung hal tersebut, sekolah telah membangun 8 wastafel.
Pada kondisi normal, setiap hari sabtu dilakukan kegiatan senam bersama dihalaman sekolah.
Belum ada kegiatan
Kegiatan lainnya adalah SD N 07 satai d mencoba untuk membangun komunitas sekolah peduli gizi yang bersama – sama untuk mengembangkan program ngts ini. Saat ini sudah tergabung 4 sekolah. Bisa dilihat di www.komunitassekolahpeduligizisubah.blogspot.com
Tantangan
Tantangan terbesar dalam implementasi program NGTS adalah konsistensi dari setiap guru yang melaksanakan program, karena sangat banyaknya pekerjaan yang terkadang membuat program NGTS menjadi prioritas bukan diurutan pertama, hal ini karena perubahan berbagai dinamika dalam dunia pendidikan yang membuat banyak adaptasi guru di pekerjaan.
Tantangan kedua adalah aturan dalam menghadapi pandemi ini yang sering mengalami perubahan, misalkan pada waktu bisa dilakukan pertemuan tatap muka terbatas, tetapi ada waktunya juga harus pertemuan secara daring.
Cerita Sukses NGTS
Dari beberapa program NGTS yang dilaksanakan oleh sekolah maka program yang paling sukses adalah:
- Sarapan pagi, program ini cukup berhasil dilaksanakan. Dalam setiap kelas ini bisa dilakukan sesuai program kelas masing – masing.
- Minum air putih, dengan kewajiban siswa untuk membawa air minum sendiri didalam kelas dan diperbolehkan untuk meminum air putih disaat pembelajaran berlangsung.
- Kebiasaan mencuci tangan, sesuai dengan protokol kesehatan dimasa pandemi, maka setiap siswa diminta untuk sering mencuci tangan, untuk mendukung hal tersebut, sekolah telah membangun 8 wastafel disetiap kelas dengan air yang siap mengalir baik dan bersih.
- Pengembangan kebun sekolah, dengan bekerjasama dengan forum orang tua siswa tiap kelas, sehingga tiap kelas memiliki wilayah kebun sendiri. Pembuatan dan pengolahan lahan kebun ditahap awal dikerjakan oleh forum orang tua siswa, tetapi untuk tahap penanaman dan perawatan selanjutnya dikerjakan oleh siswa sebagai bentuk lifeskill.
Tim NGTS
Kegiatan program NGTS di SD N 07 Satai D didukung oleh :
- Puskesmas Satai
- Komite Sekolah SD N 07 Satai D
- Forum orang tua siswa kelas 1 sampai 6