Ikuti Kami
Alamat
Jalan Akhmad Sood No. 168 Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat
Deskripsi Sekolah
SMP Negeri 1 Sambas berdiri tahun 1954 diatas tanah tanah seluas 10.580 m2 berkembang dari tipe C sampai saat ini menjadi tipe B dengan jumlah rombel 21 , jumlah siswa 653 dengan jumlah tenaga Pendidik 31 orang , 7 orang staf Administrasi , dan 4 orang staf layanan khusus, terletak di tengah kota dengan alamat Jalan Ahmad Sood No.168 Sambas Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat , alamat e-mail ssatusambas@yahoo.com. dan Tahun 2019 terakreditasi A
Mempunyai Visi :
Berakhlak mulia, Jujur, Berprestasi, dan Cinta lingkungan.
Dengan Brand Sekolah :
SMP Negeri 1 Sambas “ BeSArRI” (Berprestasi, Smart, Akhlakul karimah, Rindang, dan Inovatif).
Profil Sekolah
Akreditasi Sekolah
A
Kurikulum Sekolah
K 2013
Jumlah Guru
31
Jumlah Siswa
653
Prestasi Sekolah
Juara 2
LSS Tk. Provinsi Th. 2017
Juara 4
Lomba MTQ Tk. Nasional Th. 2018
Best Practice
Sekolah Model Terbaik Provinsi Th. 2018
Juara 3
Sekolah Akhlakul Karimah Tk. Kabupaten Th. 2018
Juara 1
LSS Tk. Provinsi Th. 2019
Juara 1
Bulu Tangkis Tunggal Putra POPDA Tk. Provinsi Th. 2019
Juara 4
Lomba MTQ Setingkat Nasional Th. 2020
Kegiatan Program Gizi untuk Prestasi
Kegiatan kantin spesifik menuju kantin sehat secara inten dilakukan sejak tahun 2016 sampai sekarang. Kegiatan yang dilakukan adalah pembenahan fisik maupun non fisik seperti kegiatan layanan, pemenuhan gizi pada menu jajanan dan program Kantin Bintang.
Dalam menjalankan Kegiatan kantin, kami bekerja sama dengan pihak luar, penjaja kantin dari pihak luar sedang jenis menu jajanan dan pengawasan ditentukan oleh pihak sekolah.
Sistim pengawasan secara terjadwal dilakukan oleh siswa dengan cara mencatat jenis menu yang dijual, jenis wadah tempat jajanan/ minuman, kebersihan kantin, dan kebersihan tempat cuci. Semua hasil catatan dilaporkan kepada guru/ koordinator pengelola kantin sekolah. Selain kerja sama tersebut kami juga bekerjasa dalam bidang perawatan dan pengembangan kantin. Pihak penjaja kantin secara rutin/ per bulan memberikan kontribusi. Hasil kontribuasi tersebut kami pergunakan untuk biaya perawatan fisik dan pengembangan pengelolaan Kantin, seperti mengadakan pelatihan bagi penjaja kantin , tenaga petugas pengawsan kantin, dan koordinator pengelola kantin.
Kondisi kantin pada masa BDR praktis tidak dapat beroperasi, sedangkan ketika BDS di masa Pandemi Covid-19 juga belum bisa dibuka. Tetapi kebersihan kantin tetap diperhatikan.
Dengan lahan sempit kebun sekolah bertujuan sebagai literasi bagi siswa dengn harapaan dapat diimplementasikan di rumah masing-masing. Bentuk kegiatan kebun sekolah antara lain : 1. memanfaatkan lahan kosong di sekolah dengan menanam sayur-sayuran seperti kacang panjang, kacang kecipir, timun, cangkok manis, terong, cabai ,kencur, lengkuas, dll. 2. Sistim pot, dan polybag dengan menanam sayuran dan tanaman obat keluarga, seperti kangkung, sawi, brokoli, cabai, dan berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA).
Kegiatan –kegiatan kebun tersebut dilakukan di sekolah ketika kondisi belajar secara BDS. Kegiatan kebun sekolah ketika belajar dalam kondisi BDR adalah penugasan yaitu tugas proyek berkebun dengan cara polybag, kelas 7 menanam kangkung, kelas 8 menanam kunyit , dan kelas 9 menanam jahe.
Tugas proyek tersebut diselesaikan siswa dalam waktu 1 sampai 4 minggu, Setelah tanaman tumbuh diserahkan ke sekolah disertai dengan laporan hasil catatan/ pengamatan selama proses penanaman.
Masalah gizi pada anak remaja, baik gizi kurang maupun gizi lebih, merupakan masalah yang serius yang harus segera ditangani. Remaja menghabiskan hampir sepertiga dari waktunya setiap hari di sekolah. Sekolah merupakan lingkungan kedua terdekat dengan seorang remaja, setelah keluarganya. Oleh karena itu kegiatan Edukasi Gizi di SMP Negeri 1 Sambas, selain melibatkan tenaga medis dari Puskesmas, juga melibatkan siswa ( KKR ), dan guru dalam menyampaikan informasi tentang gizi . Beberpa jenis kegiatan edukasi gizi di SMP Negeri 1 Sambas , antara lain :
- Literasi Gizi. Literasi gizi dilaksanakan secara klasikal serentak oleh siswa/ KKR dan guru yang dilakukan setiap hari Sabtu setelah jam terakhir dengan durasi 10 s.d 15 menit. Materi yang disampaikan adalah 7 Info penting tentang Kesehatan, yaitu : Info 1 tentangPubertas, Info 2 tentang Gizi Seimbang, Info 3 tentang Kesehatan Reproduksi, Info 4 tentang IMS / ISR dan HIV AIDS, Info 5 tentang Hindari Napza, Info 6 tentang Kesehatan Mental, Info 7 tentang Mitos
- FOKUS KEMANGI ( Info Khusus Kebutuhan Makanan dan Gizi. FOKUS KEMANGI juga dilaksanakan secara klasikal oleh siswa/ KKR yang didampingi guru yang dilakukan secara serentak setiap hari Jum’at setelah jam terakhir dengan durasi 5-10 menit. Materi yang disampaikan hanya masalah Kebutuhan Makanan dan gizi harian yang harus dipenuhi untuk kesehatan tubuh ( Tumpeng Gizi dan Isi Piringku ).
- BA’MI DARING ( Bawa Air Minum dari Rumah Masing-masing ), Siswa membawa air minum sendiri dengan wadah/ botol yang baik/ standar kesehatan ( level 5 ) sebagai bekal untuk minum setiap 2 jam dan dilaksanakan setiap hari sekolah.
- Makan Buah Bersama. Membiasakan siswa makan buah untuk memenuhi gizi atau vitamin alami dari buah, dengan cara Siswa membawa aneka buah segar dari rumah dan dimakan secara bersama-sama yang dipandu oleh wali kelas. Dilakukan 1 kali seminggu : setiap hari Rabu di pandu oleh guru.
Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). - Sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Sambas memberikan TTD kepada remaja putri secara berkala, dilakukan dengan dosis 1 Tablet perminggu setiap hari Senin selama1 tahun.
PHBS di sekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah untuk mau melakukan pola hidup bersih dan sehat untuk menciptakan sekolah sehat.
Beberapa bentuk kegiatan PHBS yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sambas adalah : Gerakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang dilakukan siswa sebelum dan sesudah makan, Gerakan membuang sampah pada tempatnya dan sesuai jenis sampah ( sampah organik dan sampah an organik ), dan Gerakan Bebas dari Kecacingan. Pemberian obat cacing kepada siswa dilakukan oleh Guru / pengelola UKS dan Tim KKR setiap 6 bulan yaitu pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Kegiatan aktivitas khusu program NGTS di SMP Negeri 1 Sambas adalah Sepeda santai ( GOES ), dilakukan ketika proses pembelajaran berlangsung secara tatap muka dan teritegrasi pada mata pelajran Olah Raga. Dilakukan secara berkala setiap 2 minggu sekali secara bergantian sesuai jadwal jam dan hari pelajaran Olah Raga. Selain kegiatan tersebut aktivitas fisik yang lain juga dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sambas. Kegiatan aktivits fisik ini dilaksanakan secara terintegrasi pada kegiatan ekstraurikuler seperti : drum band, sepak bola, volly ball, bulu tangkis, pencak silat, dan tari, yang dilakukan siswa satu (1) kali seminggu dibawah bimbingan guru/ pelatih.
Kewirausahaan / entrepreneurship di SMP Negeri 1 Sambas baru sebatas kegiatan -kegiatan yang bersifat inovasi. Misalnya inovasi di bidang lingkungan yaitu penataan lingkungan yang mengarah ke Sekolah Sehat dan Sekolah Adiwiyata. Beberapa kegiatan di bidang tersebut antara lain : pemanfaatan lahan kosong , penataan kebun sekolah dan TOGA. Inovasi yang mengarah ke Sekolah Ramah Anak yaitu dengan Penataan tempat bermain siswa, dan penyediaan sarana prasarana yang nyaman dan tidak membahayakan siswa seperti lapangan hijau, lapangan olah raga, ruang belajar yang bersih dan indah, dan toilet bersih dan aman.
Inovasi di bidang pengembangan karakter siswa juga kami lakukan, yaitu setiap hari sebelum pelajaran dimulai siswa secara spesifik diminta untuk membaca adagium-adagium karakter yang disertai dengan yel-yel berkarakter. Beberapa adagium tersebut seperti Adagium Iman dan Taqwa, Adagium Kejujuran, Adagium Disiplin, dll. Demikian juga invasi di bidang literasi/ gemar membaca, kami membuat reading corner di setiap kelas dan siswa yang mengisi buku-buku bacaan atau artikel-artikel yang siswa buat atau bawa dari rumah.
Tantangan
Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda…..Kata bijak itulah yang membuat kami bersemangat dalam mengimplementasikan program NGTS di SMP Negeri 1 Sambas, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi. Beberapa tantangan yang kami alami antara lain:
- Pola hidup bersih dan sehat belum terbentuk di masyarakat sekolah terutama siswa. Siswa masih jajan sembarangan, suka dengan minuman instan berkadar gula tinggi, jarang sarapan pagi, membuang sampah sembarangan, dan jarang mencuci tangan pakai sabun. Sehingga ketika kita terapkan kegiatan membawa air minun sendiri dari rumah, siswa masih banyak yang tidak mau membawa. Demikian juga dengan membuag sampah, di kelas terutama di laci meja dan di bawah jendela masih banyak ditemukan sampah.
- Paradigma siswa bahwa makanan sehat adalah 4 sehat 5 sempurna masih sangat kuat , sedangkan pemahanan bahwa makanan sehat adalah gizi seimbang masih sangat rendah. Maka dalam kegiatan Sarapan pagi dan makan buah bersama masih banyak siswa yang tidak mau atau tidak membawa bekal yang sudah dianjurkan.
- Kegiatan guru terlalu padat sehingga guru sebagai pendamping siswa dalam melaksanakan kegiatan NGTS sering terkendala dan siswa melaksanakan kegiatan sendiri-sendiri sehingga hasilnya tidak maksimal.
Cerita Sukses NGTS
Proses pembelajaran / literasi kegiatan NGTS yang bersinergi dengan kegiatan UKS membuahkan hasil yang cukup signifikan dalam bidang pembentukan karakter Pola Hidup Bersih dan Sehat pada siswa dan masyarakat sekolah. Beberapa kegiatan NGTS yang cukup berhasil dalam pelaksanaannya adalah :
Kebun Sekolah , meskipun kebun sekolah dilakukan hanya memanfaatkan lahan kosong dan sistim polybag, tetapi antusias siswa dan guru sangat tinggi. Kegiatan dapat berjalan dengan baik, penataan yang teratur dalam bentuk taman , membuat lingkungan sekolah menjadi indah dan asri. Yang paling menyenangkan adalah kegiatan-kegiatan NGTS yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sambas sedikit demi sedikit berhasil merubah paradigma masyarakat sekolah bahwa makanan sehat yang benar adalah Gizi Seimbang bukan 4 Sehat 5 Sempurna.
Membawa air minum sendiri. Dan yang paling berkesan dan membanggakan masyarakat sekolah adalah terbentuknya Komunitas Sekolah yang berkarakter, baik dari sisi kesehatan yaitu dapat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) maupun dari sisi mental terbentuk masyarakat sekolah yang berintgritas , Bermoral, dan Religius.
Tim NGTS
Mitra NGTS
Mitra NGTS di SMP Negeri 1 Sambas : Pemerintah Desa Tumuk Manggis, PKK Desa Tumuk Manggis, Puskesmas Sambas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sambas, Dinas LH Sambas, RSUD Sambas, Poltekes Negeri Pontianak.